Profil

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT DI SEKOLAH DASAR


Kelompok 16POWERPOINT PENERAPAN PEMBELAJARAN  BERBASIS ICTDI SEKOLAH DASAR


PEMANFAATAN ICT DALAM PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH DASAR

Oleh:
Kelompok 16
1. Dekaningsih (090210204033)
2. Qismiatil Hasanah (090210204041)
3. Navisah Fairus (090210204043)
4. Chandy Febyanto (090210204047)
5. Yusdianto Putra K (090210204052)


PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
SEMESTER GENAP 2010 / 2011





BAB 1
PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang
Sekolah Dasar adalah sekolah yang merupakan titik awal seorang anak untuk menuntut ilmu.Berbagai macam mata pelajaran diajarkan di sekolah dasar yaitu Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Daerah dan muatan lokal yang lain seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tetapi pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi masih belum diajarkan secara merata di negara ini karena banyak faktor yang kurang mendukung pemerataan pembelajaran tersebut.Dalam pendidikan, kenyataannya negara kita masih tertinggal dari negara lain dan tentunya dalam pembelajaran TIK pun kita juga masih tertinggal jauh. Maka dari itu pentingnya pembelajaran TIK di tingkat sekolah dasar sangat diperlukan bagi kemajuan Sumber Daya Manusia dan IPTEK di negara ini.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah pengenalan ICT di tingkat sekolah dasar?
2. Bagaimanakah pemanfaatan ICT di tingkat sekolah dasar?
3. Bagaimanakah dampak penerapan pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar?
4. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan ICT di sekolah dasar?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengenalan ICT di tingkat sekolah dasar
2. Untuk mengetahui pemanfaatan ICT di tingkat sekolah dasar
3. Untuk mengetahui dampak penerapan pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar
4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan ICT di sekolah dasar



BAB 2
PEMBAHASAN



2.1 Pengenalan ICT di Sekolah Dasar
Teknologi informasi (ICT) adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. (William & Sawyer :2003). Pada pengertian di atas terdapat dua komponen utama dalam teknologi informasi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi.

Pengenalan ICT sangat dibutuhkan dalam pembelajaran komputer di sekolah dasar. Zaman dulu dan sekarang pengenalan ICT di setiap sekolah sudah berbeda karena disesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada. Zaman dulu pengenalan ICT belum begitu merata karena ICT pada saat itu belum begitu diminati oleh masyarakat karena komputer pada saat itu merupakan barang tersier. Sedangkan pada zaman sekarang komputer merupakan barang yang mendekati barang primer dan saat ini ICT sangat diperlukan dalam berbagai bidang khususnya bidang pendidikan. Dalam pembelajaran ICT setiap sekolah dasar memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan pembelajaran ICT.

Pada tingkat sekolah dasar biasanya pengenalan ICT lebih cenderung ke arah kemampuan menggunakan komputer dan internet daripada media yang lain. Hal ini dikarenakan pengenalan media komputer lebih dibutuhkan oleh siswa dalam proses pembelajaran dan pencarian informasi. Pengenalan materi tentang komputer sangat beragam bentuk dan jenis dalam proses pengoperasiannya dan hal itu dapat dilakukan seorang guru dengan memberikan teori-teori tentang komputer disertai dengan prakteknya.

Pada kelas rendah dan tinggi ada perbedaan dalam membelajarkan penggunaan media komputer. Pembelajaran komputer di kelas rendah masih terlihat begitu ringan daripada pembelajaran komputer di kelas tinggi karena siswa di kelas tinggi cara berpikirnya sudah berbeda dengan siswa kelas rendah. Proses pengenalan ICT di tingkat sekolah dasar masih tergolong ringan dibandingkan dengan tingkatan pendidikan di atasnya. Pengenalan tentang komputer contohnya ialah pengenalan microsoft word, macam-macam perangkat keras, macam-macam perangkat lunak, cara untuk menghidupkan komputer, dll.

2.2 Pemanfaatan ICT di Tingkat Sekolah Dasar
Pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan akhir-akhir ini digalakkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT). Pemanfaatan ICT ini secara umum bertujuan menghubungkan murid-murid dengan jaringan pengetahuan dan informasi. 

Selain itu mengembangkan sikap dan kemampuan murid-murid untuk belajar sepanjang hidup (life-long education), meningkatkan kinerja guru dalam bidang ICT. Pada akhirnya akan mengubah sekolah menjadi institusi pembelajaran yang kreatif dan dinamis dengan menjadikan murid-murid sebagai pembelajar yang lebih termotivasi, selalu ingin tahu, dan kreatif.

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka pemanfaatan ICT ini adalah dengan menyediakan prasarana dan fasilitas TIK untuk murid dan guru yang memungkinkan mereka mengakses informasi, mendorong pemain kunci dalam sistem sekolah dalam menjalankan peran baru mereka. Di samping itu juga, sekolah mengintegrasikan TIK dalam pendidikan sekolah melalui kurikulum yang sesuai dan dukungan sumberdaya dan mendorong tumbuhnya lingkungan berbasis komunitas yang kondusif terhadap manajemen perubahan.

Menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran mempunyai kelebihan, yakni mempermudah dan mempercepat kerja siswa (mengefisienkan), juga menyenangkan karena siswa berinteraksi dengan warna-warna, gambar, suara, video, dan sesuatu yang instan. Situasi dan kondisi yang menyenangkan ini sebenarnya menjadi faktor yang sangat penting dan esensial untuk mencapai efektivitas belajar. Di sini teknologi mampu membangkitkan emosi positif dalam proses belajar.

Selain membantu menciptakan kondisi belajar yang kondusif bagi mental siswa, peran penting kedua dari teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah menyediakan seperangkat media dan alat (tools) untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan siswa, serta tentu saja memberi keterampilan penggunaan teknologi tinggi (advanced skills).

Perkembangan ICT di dunia sangat cepat, dari waktu ke waktu. Perkembangan ICT tersebut tentunya merupakan potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tak terbatas, yang dapat digali untuk kepentingan pengembangan pendidikan yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.

Adapun beberapa contoh penerapan pembelajaran berbasis ICT yang dapat dilakukan oleh pendidik sekolah dasar :

1. Penggunaan Jaringan Komputer untuk Pembelajaran (E-Learning)
E-learning merupakan bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Melalui e-learning belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Belajar mandiri berbasis kreativitas siswa yang dilakukan melalui e-learning mendorong siswa untuk melakukan analisa dan sintesa pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri. Siswa dirangsang untuk melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk belajar melalui e-learning diantaranya : e-book, e-library, interaksi dengan pakar, emaill, mailling list, News group, dan lain-lain.

2. Teknologi Informasi untuk Media Pembelajaran
Penerapakan ICT dalam pembelajaran salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas kemampuan siswa. Untuk hasil yang optimal pembelajaran harus menyenangkan dan merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Penggunaan multi metoda dan multi media sangat membantu untuk meningkatkan hasil belajar. Teknologi informasi dengan teknologi audio visual mengahasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Pembelajaran berbasis multi media (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian.


2.3 Dampak penerapan pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar
Penerapan ICT dalam pembelajaran di sekolah dasar memliki dampak yang besar terhadap perkembangan siswa. Seperti halnya tujuan utama dari pembelajaran berbasis ICT sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penerapan ICT juga memiliki kelebihan dan kelemahan sebagai dampak dari penggunaan ICT dalam proses pembelajaran.

Adapun beberapa kelebihan penerapaan pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar yang merupakan dampak positif penerapaan pembelajaran berbasis ICT antara lain :
• Menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan mengasyikan (efek emosi)
• Siswa akan menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran
• Membekali kecakapan siswa untuk menggunakan teknologi tinggi
• Mendorong lingkungan belajar konstruktivis
• Mendorong lahirnya pribadi kreatif dan mandiri pada diri siswa
• Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
• Membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lamba

 Selain memliki kelebihan, penerapan ICT juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu diantaranya :
• Penerapannya membutuhkan biaya yang relatif besar.
• Rentan terhadap penyalahgunaan fungsi.
• Guru dalam dalam penerapan ICT  dituntut memiliki keahlian tinggi.
• Sulit diterapkan di sekolah yang kurang maju yang pada umumnya terdapat di pedesaan.

2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan ICT di sekolah dasar
Penerapan pembelajaran berbasis ICT merupakan kegiatan yang mencakup semua komponen sekolah, baik itu dari sekolah maupun dari diri individu setiap siswa. Tercapainya tujuan pembelajaran berbasis ICT ini memerlukan kerja sama antara semua komponen sekolah. Adapun beberapa faktor penting yang mempengaruhi pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar yaitu :

• Kemampuan Sekolah
Salah satu unsur yang menyebabkan ICT digunakan secara maksimal adalah dengan adanya fasilitas komputer yang memadai. Memang bila kita melihat sekolah-sekolah elit di kota besar, kita akan menemukan sekolah yang mempunyai sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, misalnya komputer. Tetapi untuk sekolah-sekolah di daerah pinggiran kota atau kepulauan, kita akan sulit menemukan sarana dan prasarana yang lengkap terutama komputer (tentunya yang layak dan memadai untuk sebuah proses pembelajaran).

Selama ini pemerintah memang memberikan komputer kepada sebagian sekolah, tetapi untuk sekolah yang tidak kebagian harus berusaha sendiri untuk membeli komputer. Bagi sekolah elite, mungkin sangat mudah, tetapi bagi sekolah yang untuk merenovasi sekolahnya saja masih pontang-panting mencari dana apalagi untuk membeli komputer itu akan sangat memberatkan. Termasuk sekolah-sekolah swasta di daerah dan pinggiran termasuk di kepulauan yang masih tertatih-tatih untuk menghidupi dirinya. Sedangkan komputer merupakan sarana utama agar pemanfaatan ICT berjalan maksimal.

• Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM)
Kunci utama agar pemanfaatan ICT berjalan maksimal adalah guru. Untuk itu diperlukan guru yang profesional. Sedangkan dalam kenyataannya tidak semua guru lulusan program sarjana adalah tenaga pendidik yang profesional dalam menggunakan peralatan seperti komputer. Hal ini juga akan menjadi hambatan yang cukup serius mengingat yang menjadi kunci utamanya adalah guru dalam pemanfaatan ICT. Ketika guru-guru yang ada sudah tidak mampu, maka pemanfaatan ICT ini hanya akan menjadi wacana yang terus berkembang dan hanya mengambang tanpa ada perwujudan dalam kenyataan.

• Lingkungan Sosial
Perkembangan dan proses belajar seseorang tidak dapat terjadi tanpa kehadiran pengaruh lingkungan (masyarakat). Begitu juga dengan pemanfaatan ICT tidak akan maksimal tanpa didukung oleh lingkungan. Di lingkungan kota-kota besar, sangat mudah untuk mencari perangkat ICT sehingga pemanfaatan ICT akan maksimal. Termasuk ketika memberikan tugas yang harus mengakses internet, misalnya, akan lebih mudah dilakukan. Akan tetapi untuk kasus sekolah-sekolah yang ada di kepulauan, misalnya, yang listrik saja harus hidup di malam hari, tidak terjangkau provider sehingga internet tidak bisa diakses, maka pemanfaatan ICT akan kurang maksimal walaupun di sekolah itu mempunyai sarana komputer lengkap.

Jadi sangat jelas bahwa lingkungan sebagai proses motivasi sosial yang memegang peranan dalam merangsang setiap individu untuk mencapai prestasi sosial sebagaimana proses-proses motivasi akademik akan mempengaruhi prestasi akademik. Bila lingkungan tidak mendukung, maka akan sangat sulit bagi siswa untuk mencapai kesuksesan.










BAB 3
KESIMPULAN

Pengenalan ICT di sekolah dasar sangat penting karena dengan adanya perkembangan zaman siswa dituntut untuk menjadi kreatif, inovatif dan mengetahui segala informasi yang dapat diterima melalui media pembelajaran yang berbasis ICT. Para pendidik sekolah dasar dituntut pula untuk mengetahui dan mengembangkan pembelajaran bagi siswa. Pengenalan ICT untuk tingkat sekolah dasar masih tergolong rendah.

Pemanfaatan ICT sangat penting guna meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan di sekolah dasar. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka pemanfaatan ICT ini adalah dengan menyediakan prasarana dan fasilitas TIK untuk murid dan guru yang memungkinkan mereka mengakses informasi, mendorong pemain kunci dalam sistem sekolah dalam menjalankan peran baru mereka. Pembelajaran berbasis ICT tidak selamanya selalu memiliki kelebihan tapi juga memiliki kekurangan dalam penerapannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penerapan pembelajaran ICT di sekolah dasar ialah kemampuan sekolah, kemampuan sumber daya manusia dan lingkungan sosial.











DAFTAR PUSTAKA


Suryadi. 2007. Pemanfaatan ICT Dalam Pembelajaran. http://lppm.ut.ac.id/ptjj/82sept07/01-acesuryadi.pdf. [diakses pada tanggal 06 Maret 2011]
Sunarto. 2009. Seminar Nasional Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran. http://sunartombs.wordpress.com/2009/01/26/seminar-nasional-pemanfaatan-ict-dalam-pembelajaran/. [diakses pada tanggal 06 Maret 2011]
Anonim. Pemanfaatan Media Berbasis ICT Terhadap Pembelajaran di Sekolah. http://ictcommunity.multiply.com/journal/item/17/PEMANFAATAN_MEDIA_BERBASIS_ICT_TERHADAP_PEMBELAJARAN_DI_SEKOLAH?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. [diakses tanggal 05 Maret 2011]




TANYA JAWAB


Pertanyaan 1 : Tresno

Mengapa anak SD suka kepada sesuatu yang instan ?
Jawaban :
Anak SD suka kepada sesuatu yang instan karena anak SD masih berfikir kongkret khusnya di kelas rendah. Pembelajaran yang dilakukan yaitu model pembelajaran ekspositori (satu arah). Maka dari itu siswa hanya menerima penjelasan dari guru (instan).


Pertanyaan 2 : Luky
Bagaimana cara menerapkan ICT di sekolah-sekolah terpencil ?
Jawaban :
Cara menerapkan ICT di sekolah dasar dilakukan secara dengan kebutuhan dan fasilitas yang tersedia. Apabila di sekolah terpencil tidak ada fasilitas maka pembelajaran ICT sulit untuk diterapkan.


Pertanyaan 3 : Umi
Bagaimana pembelajaran ICT membentuk pembelajaran yang konstruksional ?
Jawaban :
Dalam pembelajaran ICT, biasanya anak dituntut untuk tidak hanya memahami konsep tetapi juga dapat mempraktikkannya dan menerapkannya. Sehingga pembelajaran ICT memberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan suatu materi. Dalam pembelajaran yang sedemikian akan memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun konsep-konsep materi sendiri dari pembelajaran praktik. Pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk membangun konsep inilah yang disebut dengan pembelajaran konstruktivistik 

0 komentar:

Poskan Komentar